[J-Dorama] Kimi wa Petto : Kalo manusia jadi hewan peliharaan

Gemana rasanya ya, kalo kita punya binatang peliharaan di rumah, bukan anjing atau kucing ataupun monyet tapi seorang cowok cakep!!!! (MAU…MAU…MAU!). Ini yang terjadi pada Iwaya Sumire, seorang jurnalis lulusan Todai (Tokyo Daigaku/Universitas bergensi di Jepang) yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi/bersosialisasi dengan rekan2 kerjanya. Iwaya yang cantik, tinggi dan pintar memiliki kepribadian yang kaku, canggung dan introvert. Ia merasa lebih nyaman berteman dengan binatang dari pada dengan manusia.

Disuatu hari ketika merasa berada di titik terendah dalam hidupnya (baru memukul bos nya dan dipindahkan ke bagian yang tidak bergengsi, bertemu dengan mantan pacarnya yang selingkuh, dan dipermalukan oleh rekan2 kerjanya) Iwaya menemukan seorang cowok remaja yang tergeletak berlumuran darah dalam kardus di depan apartemennya. Secara naluri Iwaya mengobati dan merawat cowok itu hingga sembuh. Setelah sehat ternyata cowok itu tidak mau meninggalkan apartemennya dan memaksa untuk menumpang tinggal. Setelah pertengakaran sengit akhirnya Iwaya mengijinkan cowok itu tinggal di apartemennya sebagai binatang peliharaan. Binatang peliharaannya ini diberi nama Momo (seperti nama anjingnya yang mati saat Iwaya berusia 11 tahun).

Seiring berjalannya waktu hubungan mereka berkembang kearah yang tidak terduga. Ikatan emosi yang terjalin diantara mereka berdua semakin rumit dengan datangnya kakak kelas Iwaya ketika kuliah yang ganteng, tinggi, pintar dengan karier bergengsi dan deeply in love with her. Iwaya berusaha menyembunyikan keberadaan Momo pada Hasumi (cowoknya) dan berpura-pura memelihara seekor anjing. Banyak adegan lucu yang terjadi antara Iwaya – Momo – Hasumi yang bikin kita gregetan dan ikut-ikutan tegang.

Secara general, plot cerita dorama ini aneh dan agak tidak logis. Akan tetapi skenarionya bagus, penokohan karakternya kuat dan dialog2nya segar, membuat kita dapat mentolerir ketidak-logisan ini. Sepanjang drama yang berjumlah 11 episode ini, tidak sedikitpun kita meresa bosan. Perlakuan Iwaya kepada Momo, mengingatkan pada perlakuan kita kepada anjing peliharaan di rumah, dan sikap Momo kepada Iwaya persis seperti sikap seekor anjing yang setia pada tuannya. Chemistry diantara keduanya terasa wajar dan memikat. Koyuki (yang pernah main bersama Tom Cruise dalam The last Samurai) berhasil menggambarkan kecanggungan dan kekakuan Iwaya Sumire dengan baik (walaupun karakter seperti ini bukan hal baru baginya). Sementara itu acting Matsumoto Jun sebagai Momo, seperti biasa, menawan hati.

Sedikit yang mengganggu dalam dorama ini ada kesan bahwa seorang perempuan yang cerdas (lulusan/mahasiswa universitas top) biasanya mengalami kesulitan dalam menjalani hubungan baik dengan teman kencannya ataupun dengan rekan kerja/atasannya. Membuat saya berfikir apakah benar para pria tidak bisa menerima (atau merasa terintimidasi) pada perempuan yang lebih pintar? Menurut saya agak over-exposed. Diluar itu, Kimi wa Petto menawarkan warna baru dalam genre drama romantic yang lebih kontemporer dan segar.

14 thoughts on “[J-Dorama] Kimi wa Petto : Kalo manusia jadi hewan peliharaan

  1. Yup he is cute….. Tsukasa’s hair style not suitable for him, right? still I love his acting in HYDI hope in HYD2 his hairstyle is better (maybe a little longer)

  2. shuahushauhsuhauhshauhsuhahsa..reviewnya bagus banget jeng…jadi promosi ama temen2 kantor nih jadinya..gpp kan..???biar mereka lebih tertarik sama cerita2 gak umum kayak gini.. :)don’t forget..gw suka banget loh adegan kissu2nya.. LOL..matsujun gitu loooooooooh…. :”>

  3. Di dorama ni lah chom liat matsuJun…….MatsuJun kawaii…………….demo, haiqa_san,,,,matsuJun niy sering dibilang jlx ma tmn2 chom(hua…….., jahat bgd ya mreka).Mreka bilang: Ya ampun chom, masa selera lw turun bgd siy, dari kimutaku q ke dy mana giginya tonggos lg…….hiks mreka mank ga ngliat charmnya matsuJun ya…..

  4. MJ pas di Kindaichi gigi nya ga rata. Tapi pas di Gokusen dah bagus, trus di Hanadan 2 dah rapi banget.Kalo Kimutaku mah, orang yang ga kenal dorama aja suka ma dia.MJ mah laen alirannya atuh! (aliran got kali!)

  5. haiqa said: Sedikit yang mengganggu dalam dorama ini ada kesan bahwa seorang perempuan yang cerdas (lulusan/mahasiswa universitas top) biasanya mengalami kesulitan dalam menjalani hubungan baik dengan teman kencannya ataupun dengan rekan kerja/atasannya. Membuat saya berfikir apakah benar para pria tidak bisa menerima (atau merasa terintimidasi) pada perempuan yang lebih pintar?

    Owwww… Iya, ini juga yang aku pikirin tapi terlewat dibahas di reviewku.Bener, aku juga mikir, emang apa salahnya kalo ada perempuan yang mapan & mandiri? Tapi disini diceritakannya kok kayaknya cewek yang kayak begitu bukannya hebat tapi malah gak menarik. Hmmm… ini juga menurutku bagian yang mengganggu. Setuju Mbak… Setuju..!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s