[J-Dorama] Densha Otoko : Beauty and the freak

Gak mungkin lah cewek cantik yang nyaris sempurna bakalan mau pacaran dengan cowok aneh yang tergila-gila anime, game dan manga. Setidaknya begitu yang dipikirkan oleh Yamada Tsuyoshi (Itou Atsushi) dan teman2 nya sesama ’otaku’. Hingga suatu hari Yamada menolong Aoyama Saori (Itoh Misaki) dari pelecehan yang dialaminya di MRT.

Saori yang cantik, tinggi dan baik hati ini rupanya jatuh hati pada kepolosan Yamada, dan mengirimkan cangkir merek Hermes sebagai ucapan terima kasih. Yamada yang bingung menceritakan kejadian yang dialaminya disebuah chat room di internet. Dan dalam sekejap chat room itu menjadi sangat populer di seluruh penjuru Jepang. Banyak orang yang memberi dukungan dan kritik padanya, hingga Yamada merasa hidupnya berubah karena dukungan teman2 nya dari dunia maya yang tidak pernah dikenalnya secara langsung. Ternyata bukan hanya hidupnya yang berubah tetapi juga hidup beberapa orang yang terlibat dalam chat room tersebut.

Sebenarnya sudah banyak cerita yang dibuat dengan latar belakang dunia maya. Mulai dari pencarian jodoh baik secara sengaja maupun tidak, hingga yang berbau action virtual seperti The Matrix. Tetapi Densha Otoko menawarkan orisinalitas. Bukan kisah cintanya yang menjadi benang merah cerita, melainkan ikatan antara Yamada sebagai tokoh utama dengan komunitas pengguna internet dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda.

Walaupun bercerita tentang sekelompok orang aneh yang rata2 tidak cakep, tetapi dorama ini asyik untuk di nikmati. Penokohannya kuat dan adegan2 nya menarik. Gak kerasa kita terbawa tegang mengikuti perjuangan Yamada dalam menggapai cintanya. Berjuang melawan ketidak pede-an dan kecanggungan sikapnya, hingga berusaha menghilangkan kesan ’otaku’ yang melekat pada dirinya demi merebut hati Saori.

Buat saya pribadi nonton dorama ini lebih merupakan sindiran pada diri sendiri. Meskipun kadarnya tidak ekstrem tapi harus saya akui bahwa saya termasuk dalam golongan ’otaku’. Saya bisa mengerti apa yang dirasakan Yamada bahkan waktu Yamada membuang semua action figure yang di milikinya, saya ikutan nangis. Bukan karena adegan itu begitu sedih, tapi karena ’eman’ sebab saya lagi nyari action figure yang kayak gitu.

Saya tidak setuju kalo dorama ini digolongkan pada genre ”komedi romantis”. Menurut saya lebih tepat kalo disebut komedi satir dengan bumbu romantis, karena mau ga mau kita dibuat tertawa oleh tingkah kita sendiri.

Yang menarik perhatian saya adalah kehadiran Oguri Shun sebagai moderator dalam chat room ini. Nyaris tanpa dialog, hanya bermain dalam bermacam ekspresi wajah, penampilan Oguri bisa dibilang lain dari biasanya. Rambut gondrong ga keurus sangat berbeda dengan perannya sebagai Hanazawa Rui dalam Hana Yori Dango.

Selain Oguri, dorama ini juga didukung oleh Horikita Maki (Nobuta we Produce) sebagai adik Yamada dan Mokomichi Hayami (Gokusen 2) jadi Aoyama Ryu adiknya Saori. Walaupun peran mereka tidak begitu penting dalam jalan ceritanya, tetapi penting untuk sisi artistiknya secara sebagian besar pemeran ga ada yang cakep.

7 thoughts on “[J-Dorama] Densha Otoko : Beauty and the freak

  1. At least dorama ini mendobrak (ceilee…bahasa gw..;))..) pakem bahwa peran utama harus yg ganteng, cantik de-es-be…. Si Yamada ini mah….jauh banget dari kategori ganteng, tapi dorama-nya bener2 “hidup”. Nggak kayak sinetron2 Indonesia yg udah njiplak, peran utamanya pada klimis2…tapi jalan ceritanya nggak karuan juntrungannya..;))

  2. Iyah. Dorama ini bener2 ga umum. Tapi asyik banget ngikutinnya.Orang Jepang nih bisa aja kalo bikin cerita. Kepikiran gitu.KEYEN LAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s