HYD vs MG

Apakah anda pernah terkena demam Meteor Garden?? Meteor Garden (MG) adalah drama televisi produksi Taiwan yang sekitar tahun 2001 menjadi fenomena hampir diseluruh benua Asia dan melambungkan nama 4 cowok pendatang baru (Jerry Yan, Vic Zhou, Ken Zhu dan Vanness Wu) menjadi superstar. Bisa dibilang MG merupakan drama yang menginspirasi kebangkitan drama2 Asia lainnya.

Saya sendiri termasuk orang yang terkena demam MG. 19 episode saya tonton selama 16 jam nonstop. Senyum2 sendiri, ketawa ngakak sampai nangis tersedu2 ditengah malam hanya karena menonton sebuah drama, baru kali itu saya alami. Walaupun saya kurang puas sama ending drama ini, teteup saja saya jatuh cinta secara mendalam sama MG dan F4 (Daoming Tse, Hua Zhe Lei, Xie Men dan Mei Zhuo).

Cerita asli drama ini diangkat dari manga berjudul Hana Yori Dango karya Kamio Youko yang terbit di Jepang tahun 1992 – 1999. Setelah Elexmedia menerbitkan manga Hana Yori Dango (HYD) dalam bahasa Indonesia, saya ga mau ketinggalan mengkoleksi manganya. Sebenerna sih lebih karena penasaran sama ending MG yang gantung itu.

Mungkin HYD adalah manga terpanjang untuk katagori ‘Shoujo Manga’. Jumlahnya total 35 volume. Sebenerna sih, masih kalah dibandingkan ‘Detective Conan’ atau ‘Dragon Ball’. Tapi kedua manga itu masuk dalam katagori ‘Shonen manga’.

Storyline HYD sendiri sangat menarik. Kisah klasik tentang cinta segitiga dan perbedaan status sosial (mengingatkan kita pada ’Pride and Prejudice’ karya Jane Austen). Yang jadi kekuatan manga ini adalah karakter tokoh2 nya kuat; Makino Tsukushi yang penuh daya juang dan pembela keadilan; Domyoji Tsukasa yang polos, kasar, keras kepala dan egois; Hanazawa Rui yang misterius; Nishikado Soujiro yang easy going dan ceria serta Mimasaka Akira yang ’ngemong’ dan rasa setiakawannya tinggi.

Dan alur cerita HYD pun berkisar antara kehidupan sehari-hari Makino & F4; kisah cinta yang menegangkan dan tarik ulur; persahabatan yang hangat dan lucu; kelakuan2 konyol dan menggelikan menambah daya tarik ceritanya. Walaupun banyak ’kejadian’ yang sepertinya ga masuk akal, tetapi tidak membuat ceritanya menjadi menyebalkan. Pembaca masih bisa memakluminya *yah, namanya juga komik*

MG sebagai drama live action, berusaha membuat HYD menjadi lebih manusiawi, dengan menghilangkan adegan2 yang dirasa ’terlalu komik’ dan beberapa adaptasi untuk menyesuaikan dengan kondisi Taiwan. Tapi kalo buat saya jadi mengurangi keasyikannya. Kadang saya mencoba membayangkan kalo adegan terjebak dalam salju, TOJ, pengalaman di penjara, nonton pertandingan baseball dan terdampar di pulau terpencil dibuat adegan dalam dramanya. Pasti bakal seru.

Besar harapan saya MG 2 akan membuat adegan2 itu, tetapi saya malah jadi kecewa berat. Karena cerita MG 2 jauh banget sama manga aslinya dan kehilangan gregetnya sama sekali. Ceritanya agak monoton dan ’ngayayai’ alias berpanjang2 ga jelas. Drama ini tertolong oleh karisma F4 yang sedang berada di puncak kariernya. Tapi saya rasa, MG 2 jadi anti klimaks buat karier mereka.

Eniwei, kekecewaan saya terhapuskan oleh HYD versi dorama yang diproduksi stasiun tv TBS Jepang. Beberapa adegan yang tidak ada di MG dibuat dengan sentuhan khas dorama, sehingga tidak terlalu ’terasa komik’ dan semakin menarik untuk ditonton.

Well, saya tidak akan menulis review mengenai dorama HYD disini (karena ini halaman Jurnal), dan saya juga ga akan membandingkan dorama HYD dengan MG karena pasti akan sangat subyektif (secara saya maniak dorama Jepang). Tapi saya respek banget sama Taiwan yang berhasil membuat Asia atau bahkan dunia dilanda demam MG. Sampe Mtv
Asia memberi penghargaan “the most inspirational drama” dalam ajang Mtv movie award tahun 2002, karena MG berhasil menembus batas negara dan ras.

Dan saya rasa, drama2 Korea yang sekarang sedang digemari oleh pasar Asia, harus berterima kasih pada MG. Kalo tidak ada MG mungkin sampe saat ini kita cuman mengenal drama2 regional, telenovela dan film2 hollywood sebagai alternative tayangan tv. Berkat MG juga, drama2 Mandarin dan Korea jadi suatu komoditi yang sangat menguntungkan bagi negaranya. Dan tentu saja bikin aktor2 Korea/ Mandarin jadi sangat terkenal di seantero Asia.

6 thoughts on “HYD vs MG

  1. hi hi hi hi..ya ya.. bener juga..walo gw suka serial asia… tapi untuk serial mandarin, bukan jadi pilihan utama. kadang, nonton serial korea aja males bgt, kecuali suka banget sama pemain utamanya. soalnya serial korea/mandarin terlalu panjang & banyak episode nya. pusing. bosen aja..sementara dorama, emg suka bangettttt.. tapi kadang seringkali kecewa dengan endingnya yang seringkali ngga nendang!shuahsuhahsuahushuahusha…tapi JEMPOL deh buat ending HYD2. bagus.. gak seperti yang gw duga😀

  2. benar…MG2 itu anti klimaks bgt…maksa…ehm..jd pnasaran ma HYD..tp tetep blm beli2 hehehe takutnya sama ma MG..baca manganya aza ahh…

  3. Widhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, nonton aja HYD dorama. Bagus kok!Xoxolea aja jadi suka ama HYD dan bilang kalo beda ama MG.Udah nonton aja. di ITC dah banyak, cuman 2 disc kok.

  4. 2 disc??yakin..klo gitu..pas ke M2/glodok beli ahh….heran..temenku juga pada ngrekomendasiin HYD lo..kayaknya worth to see ne..kapok aq beli dorama tanpa tanya ke masternya…contonya ya itu princess princess untuk belinya maksa temenku buat bayarin huehehehehe

  5. HaNadan better dunkz……MG ga da pa2 nya!!!!!!!!!!!!!!!h1dup domyouji nu baka n makino,,,,pokonya mreka b2 krasa bgd dech chemistry nya….minna…..harus pd nonton ya!!!!!!!!!!!!!!111111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s