Kualitas BBM kita

Dari Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina Persero kembali menaikan harga jual produk bahan bakar khusus (BBK) nonsubsidi. Kenaikan ini berlaku untuk produk Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Bio Pertamax. Adalah Pertamax plus yang terbesar kenaikannya. BBK jenis ini naik Rp 500 menjadi Rp 6.350 per liter. Dalam penjelasan dalam situs Pertamina, kenaikan Pertamax Plus mulai berlaku Selasa (1/5).
Berita ini sangat menyedihkan buat saya dan para pengguna kendaraan
yang termasuk kategori EURO-2 (dst) yang bermesin VVT-i, EFi, MPi dll (yang berbau injections). Bukan bermaksud untuk sok eksklusif atau bergaya metropolitan, tapi mobil bertipe seperti ini sangat rentan terhadap bensin yang mengandung timbal.
Selama ini untuk menghindari kontaminasi timbal, saya menggunakan bensin dengan angka oktan yang lebih tinggi (pertamax, premix atau super), yang nota bene harganya lebih mahal dan tidak stabil, karena saya masih menyangsikan kualitas bensin premium yang tersedia di SPBU-SPBU di Indonesia.

Walaupun Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, memastikan 7 kilang pengolahan BBM milik BUMN itu menghasilkan produk bebas timbal. Sejak 1 Juli 2006, ketujuh kilang tersebut telah mengganti penggunaan timbal dengan HOMC (High Octane Mogas Component). Tetapi BBM yang beredar dipasaran masih menghabiskan stock lama. Pertamina sendiri, tambah Hanung, menargetkan pada akhir tahun 2006 ini produk BBM yang dijual BUMN tersebut sudah harus bebas timbal.
Pertamina menyebutkan bahwa semua bensin yang diproduksi dari Kilang minyak Balongan, Indramayu Jawa Barat sudah bebas timbal sejak tahun 2005. Tetapi sayangnya kilang minyak ini masih hanya memasok kebutuhan BBM untuk kota Jakarta saja. Itupun beberapa SPBU masih menerima pasokan dari kilang minyak yang lain. Memang beberapa kota seperti Batam dan Denpasar juga sudah menjual premium bebas timbal, tetapi jumlahnya masih terbatas.

Timbal merupakan zat aditif yang ditambahkan untuk mempercepat proses ‘pematangan’ bahan bakar/bensin yang beroktan rendah. Pada proses pembakaran bensin di ruang bakar kendaraan bermotor terjadi penguraian bensin menjadi rantai karbon yang lebih sederhana. Pada bensin dengan bilangan oktan tinggi, proses pembakaran yang terjadi menyederhanakan rantai karbon menjadi benzena. Sedangkan pada bensin dengan oktan rendah, hal ini tidak terjadi dan timbal yang terkandung didalamnya terbuang ke udara sebagai emisi.

Dampak pencemaran timbal bagi kesehatan yaitu mengakibatkan kerusakan otak, ginjal, sumsum tulang dan pada anak-anak bisa berakibat AUTISME, koma, kejang-kejang bahkan kematian. Kadar timbal dalam darah yang diijinkan adalah 10 mikrogram/dl. Sementara hasil penelitian yang dilakukan pada supir bis di Jakarta dan Bandung menunjukkan kadar timbal dalam darah rata-rata 40 mikrogram/dl. Sedangkan kadar timbal rata-rata dalam darah anak SD di Bandung adalah 14,13 mikrogram/dl. (Nah loh…)

Dari hasil pemantauan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) di 20 kota di Indonesia menunjukkan rata-rata kandungan timbel dalam BBM sebesar 0,038 gr/l. Bila dibandingkan dengan hasil pemantauan 2005 lalu yaitu 0,133 gr/l ada penurunan 0.095 gr/l untuk 2006. Penurunan tersebut, merupakan pertanda baik karena Pertamina sudah berkomimen untuk menurunkan timbel.

Semoga saja pertamina konsisten untuk terus melakukan hal ini. Sehingga bukan saja dapat meningkatkan kesehatan kita, tetapi juga menyelamatkan dompet kita dari penggunaan bensin mahal. He..he..he..

9 thoughts on “Kualitas BBM kita

  1. pertanyaan saya juga sama… karena itu saya masih memakai bensin bukan dari pertamina, meskipun lebih mahal sedikit. Ayolah Indonesia, jangan terpuruk terus dong…

  2. Kalo bensin yang non-pertamina mah sudah pasti unleaded (tanpa timbal). Tapi kan mahal!!!!Ayo dong jual premium yang tanpa timbal!!!

  3. duh … yg lagi dilema dgn bensin …tapi perlu dimasyarakatkan nih … bensin tanpa timbal …u/ kehidupan generasi anak cucu kita … tapi … kalo naik sepeda gimana fi … hiks …

  4. nomadeheart said: pom bensin malah banyak yg jual bensin campur minyak tanah.

    Iya ya Mel, boro boro mikirin bensin bertimbal atao tidak, mikirin murni apa enggak aja udah setengah mati.

  5. henong said: tapi … kalo naik sepeda gimana fi … hiks …

    Hiks, hiks…. kesemprot ama asap metro mini aja gitu.Di Jkt, ada komunitas Bike to Work (B2W), yang tiap hari pergi ke kantor di Jakarta dari rumah nya (bisa di BSD, Tangerang atau Bekasi) naek sepeda.Tapi tau ga sepedanya harganya ada yang 7 sampe 26 juta. Katanya sih suspensinya bagus, biar ga pegel pinggang dlsb.Ne~ mau sehat kok mahal ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s