Kosakata dalam Dorama Jepang (lanjutan)

Salah seorang teman penggemar dorama juga, pernah bilang kalo Bahasa Jepang itu paling cocok diterjemahkan ke bahasa Jawa. Pernyataan ini bikin saya terperangah, kenapa? Karena di bahasa Jepang ada penggunaan bahasa halus (sopan) dan kasar (sehari-hari atau kalo dibahasa jawa namanya ’ngoko’).

Kemudian saya perhatikan dialog2 dalam dorama *karena saya belum punya uang dan waktu untuk kursus bahasa Jepang secara serius* ternyata dialog yang digunakan memang berbeda antara teman, dengan orang tua bahkan antara cowok dan cewek.

Berikut ini sedikit sharing, interpretasi yang saya dapat dari nonton dorama *semoga teman2 bisa mengkoreksi kalo ada kesalahan.*

Penggunaan kata ”Saya” Bahasa resminya adalah Watashi

Kalau cewek yang ngucapin sering pake Atashi

Kalau cowok pake Boku (sopan) atau Ore (ngoko)

Tapi ada juga cewek yang pake kata Ore (Yankumi di Gokusen atau Azumi di Azumi)

Di My boss my hero, Makio sering ga sengaja di kelas nyebut dirinya Ore terus diralat jadi Boku.

Bahasa resminya “Kamu” adalah Anata

Cewek sering pake kata Anta atau Kimi

Cowok pake juga kata Anta atau Omae

Penggunaan sufiks (imbuhan) setelah nama orang juga dilakukan secara bertingkat.

Untuk orang2 yang baru kenal atau tidak akrab biasanya menggunakan san. Misalnya di HYD makino manggil ”Nishikado san”.

Kalo kepada yang lebih muda biasanya menggunakan ”kun” atau ”chan”. Misalnya di My Boss, Bu guru ….. manggil Makio dengan ”Sakaki kun” atau di Nodame, Kuroki manggil nodame “Megumi chan”.

Kepada yang lebih tua atau yang dihormati pake kata ”sama”. Di HYD, Doumyoji sering disebut2 ”Doumyoji sama” oleh murid2 di Eitoku Gakuen. Atau di Nodame, ”Chiaki sama” sangat populer di akademi Momogaoka.

Kedua orang itu (Chiaki & Doumyoji) sering banget pake kata ”Ore sama” (penggunaan yang umum adalah ore wa atau ore ga), bisa dibilang itu kalimat yang dipake cowok2 yang PEDEnya tinggi. Bisa juga disebut nyombong.

Seperti pernah dibahas pada jurnal yang l
alu (klik disini), Panggilan kepada anggota keluarga bisa bermacam2 bentuknya. Yang umum menggunakan sufiks ”san”.

Ibu = Okaa san

Ayah = Otou san

Abang = Onii san

Kakak = Onee san

Tapi kalo hubungan lebih akrab/dekat sering juga menggunakan Onii kun (di Good Luck) atau Onee chan (tsukasa manggil tsubaki, di HYD). Bahkan ada yang pake Okaa chan *kalo Otou chan/Otou kun, jarang denger*. Sedangkan di keluarga2 kaya/bangsawan pake Okaa sama (ibunya doumyoji dipanggil anak2nya) atau Otou sama (ini di keluarga Manpyou, dalam Karei naru……….)

Sedikit tambahan mengenai sufiks.

”no” digunakan sebagai kata kepunyaan. Contoh “Atashi no” = punya saya

Kalo “ore mo” artinya saya juga.

Watashi wa” atau “Ore wa” diterjemahkan sebagai I am.

“to” bisa diartikan dengan misalnya “Ore sama to” yang artinya denganku.

Masih banyak sufiks yang saya ga tau penempatan dan pemakaiannya. Wah saya memang masih harus banyak belajar.

Ganbatte haiqa chan!!!

Bersambung

7 thoughts on “Kosakata dalam Dorama Jepang (lanjutan)

  1. Yang jelas kalau bahasa Jepang diterjemahkan ke bahasa Inggris, saya malah nggak suka. Mungkin ini masalah rasa bahasa aja kali, ye. Rasanya feelnya gak dapet kalau bahasa Jepang ke bahasa Inggris. Malah lebih asyik langsung ke bahasa Indonesia. Apa mungkin karena sama-sama bahasa Asia? Kalau ada terjemahan ke bahasa Jawa, pengen juga lihat. ^_^

  2. haiqa said: Chie, gemana kabar kursus bahasa mandarin mu???

    SUPER DUPER PUSING…… sekarang latihan menyusun kalimat dan komunikasi.. kalo dah lancar, tata cara penulisan karakternya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s