[J-Dorama] Bambino : Dual Tone

Sampai setinggi apa cita2mu? Kalo apa yang kamu impikan selama ini sudah hampir tercapai, kira2 what next? Hal ini yang memenuhi pikiran Ban Shogo (Matsumoto Jun), mahasiswa DO dari Fukuoka demi mengejar cita2 jadi koki di restoran Italia terkenal Baccanale di Tokyo. Ketika selangkah lagi cita2nya hampir tercapai, Ban baru menyadari bahwa dia nyaris ga punya kehidupan lain selain rumah dan tempat kerjanya, dan hidup jadi tidak menarik dan kurang menantang.

Memang perjalanan meraih cita2 itu penuh pengorbanan. Cucuran keringat dan air mata yang mengiringi segala usaha yang sudah dilakukan, malah makin menguatkan hati dan niat Ban untuk menjadi koki masakan Italia. Bukan sekedar koki tapi koki terbaik di Jepang, dan dia pun merasa perlu untuk mencari tantangan yang lebih lagi dalam hidupnya.

Diadaptasi dari cerita komik berjudul sama, Bambino adalah sebuah dorama tentang perjuangan dan kerja keras, tema yang sebenerna sering tersirat dalam dorama2 Jepang pada umumnya. Kadang saya berpikir, mungkin etos kerja orang2 Jepang memang seperti itu, pantang menyerah. Sehingga saya sering merasa terinspirasi setiap kali habis menyelesaikan menonton sebuah dorama.

Sementara orang lain masih terkesan sama acting MJ di HYD, dan haus dengan dorama2nya yang lain, saya malah baru “putus” sama MJ. So Bambino pun tergeletak lebih dari 1 bulan, belum sempat saya tonton. Sulit sekali membangkitkan keinginan untuk nonton dorama ini. Saya lebih suka nonton konser2 music live, anime atau bahkan menghabiskan 50 episode Kamen Rider Ryuki.

Sampai akhirnya hari minggu kemaren, sambil menunggu buka puasa, saya mulai nonton Bambino. Ternyata bukan pilihan yang tepat juga, karena dorama ini penuh dengan adegan makan dan makanan yang tampaknya enak *bener2 menggoda iman*. Alhasil saya jadi pengen makan spagetti, fettucini atau segala macam pasta itu. Well, akhirna dorama ini malah menginspirasi saya untuk pergi ke dapur dan masak, suatu hal yang jarang saya lakukan selama ini.

Kembali ke laptop. Bambino menyajikan 2 irama yang berbeda; di ruang makan yang terkesan classy dan anggun, irama yang dimainkan seolah2 musik waltz dan jazz, sedangkan di dapur yang seperti medan perang, kesan yang saya tangkap adalah irama cepat dan tegang yang sering ditemui di film2 action. Juga menampilkan 2 wajah Ban Shogo; Ban yang ambisius, sombong dan penuh percaya diri, serta Ban yang kecewa, merasa tak berguna dan merendahkan diri.

Tidak seperti Oguri yang terjebak dalam karakter Rui di Hanakimi, MJ berhasil mengubur image Doumyoji yang kuat melekat didirinya, menjadi karakter lain yang berbeda. Melihat karakter Ban, kita sama sekali lupa bahwa MJ adalah sang Doumyoji yang perkasa. Ga heran kalo dia meraih penghargaan Best Actor di musim semi 2007.

Menurut saya penghargaan juga jatuh pd para sutradaranya, yang membuat dorama ini berbeda dari dorama lainnya. Saya suka liat adegan2 yang di freeze untuk menonjolkan ekspresi para aktornya, suka juga dengan penyusunan adegan yang mengalir dengan irama yang konsisten. Ga ada istilah mengulur2 atau mempercepat ritmenya. Kalo pun ada kekurangannya adalah klimaks nya yang terlalu cepat, sehingga episode terakhir jadi terlalu ”turun” dan agak2 ga penting.

22 thoughts on “[J-Dorama] Bambino : Dual Tone

  1. Nadine, Relly : embeer. Jadi tambah laper perut gw.Febry: gw juga ilfil sama gaya MJ pas jadi pelayan, sok sok manies, lentje dan ga pantes. (ga kayak si kepala witress yang berlesung pipit itu).

  2. Wah, di bambino mah koki ama waiter na cakep2.Yang jadi penuang minuman itu juga cakep.Trus ada waiter yang nolongin Ban waktu mecahin gelas, juga cakep.Aduh!!! ampe binun.

  3. haiqa said: Tidak seperti Oguri yang terjebak dalam karakter Rui di Hanakimi, MJ berhasil mengubur image Doumyoji yang kuat melekat didirinya, menjadi karakter lain yang berbeda.

    ah…kak, masa sih Oguri terjebak dengan karakter rui? Maksudnya gimana kak? maksudnya dia jadi terkesan khas dengan karakter kalem gitu ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s