[J-Dorama] Oyaji : Dilema seorang ayah

Kadang2 orang tua suka lupa, bahwa anak2 mereka bukanlah miliknya, dan seringkali menggantungkan segala harapan dan ambisi pribadinya pada anak2nya, sehingga melupakan kenyataan bahwa anak2 juga punya cita2 sendiri. Kalo mengutip syairnya Kahlil Gibran, anak kita ibaratnya anak panah yang siap dilepaskan, dan orang tua adalah busur yang mempersiapkan anak panah untuk dapat terbang menuju sasaran.

Dari semua dorama yang pernah saya tonton, mungkin baru Oyaji inilah yang bertema keluarga yang digambarkan dari sudut pandang orang tua. Sebuah dorama tentang keluarga menengah Jepang yang berusaha keras mempertahankan keutuhan keluarganya sesuai dengan norma adat ketimuran yang dianut Keluarga Jepang pada umumnya. Ketika norma adat ketimuran itu berbenturan dengan realita kehidupan kota besar yang terpengaruh budaya barat, maka terjadilah perpecahan.

Dr. Kanzaki Kanishi (Tamura Masakazu) adalah seorang dokter idealis yang hidup bahagia dengan seorang istri yang cantik dan punya 3 anak yang sudah melewati masa remaja. Keluarga Kanzaki merasa hidupnya sempurna, meskipun hidup sederhana, tetapi secara materi tidak kekurangan. Sampai akhirna dr. Kanzaki harus menghadapi dilema seorang ayah, ketika Sayuri (Mizuno Miki) putri pertamanya memberitahu bahwa dia hamil diluar nikah akibat hubungannya dengan seorang pria yang masih beristri. Ga lama kemudian putra bungsunya Tadashi (Okada Junichi) mengatakan kalo dia ga mau jadi dokter untuk meneruskan usaha ayahnya, tetapi lebih memilih jadi photographer. Belum lagi putri keduanya Suzu (Hirasue Ryoko) yang ingin segera menikah dengan pacarnya yang kaya, berpendidikan tapi ternyata gay.

Dorama ini memang dorama bertema keluarga yang patut ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Banyak pesan moral tersirat didalamnya, yang dibungkus dalam kemasan menarik. Plotnya sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari2, adegan2nya natural dan sering kita temui dalam kehidupan kita. Pertengkaran antara orang tua dan anak, ambisi orang tua yang dibebankan pada anak2nya, dan konflik bathin yang dialami oleh dr. Kanzaki dalam melepaskan anak2nya menuju kedewasaan.

Saking biasanya tema diangkat, membuat dorama ini terkesan tidak ada yang istimewa dan jauh dari menarik. Tetapi kemampuan akting para pemainnya dan dialog2 yang getir dan penuh sindiran, membuat penonton bertahan untuk mengikuti jalan ceritanya.

Bagaimana Sayuri yang pintar, penurut dan menjadi kebanggaan keluarga malah membuat aib keluarga. Bagaimana Tadashi anak baik yang berusaha mewujudkan keinginan orang tuanya akhirnya menemukan cita2nya sendiri. Dan bagaimana Suzu akhirna menemukan jalan hidupnya. Sementara itu proses kompromi Kanzaki dengan keinginan anak2nya, serta bagaimana perasaan sayang seorang ayah diungkapkan digambarkan secara apik, lucu dan getir. Ini merupakan nilai lebih dari dorama ini.

Sebenerna saya ingin ngasih rating 4 bintang untuk dorama ini, tapi takutnya orang2 jadi terpengaruh dan highly expectation. Tapi saya juga ga mau ngasih 3 bintang karena dorama ini ga bisa dibilang standar. So 3,5 bintang aja ya.

28 thoughts on “[J-Dorama] Oyaji : Dilema seorang ayah

  1. iJun masih 20 tahun. kurus, culun dan tampangna kayak anak baek2 yang sayang dan berbakti sama orang tuanya.. duh!Yang aneh, di Oyaji yang jadi ibunya iJun tuh Kuroki Hitomi yang jadi pacarna iJun di Tokyo Tower *gemana rasanya ya?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s