Family theme : Perjuangan para menantu dalam keluarga baru

Rasanya udah lama banget gw ga bikin review tentang Dorama atau J-movie yang gw tonton. Bukan berarti gw sedang bosen nonton dorama, karena tokh gw tetep secara rutin nonton dorama ato J-movie diantara waktu senggang gw. Meskipun begitu ternyata menulis review memang memerlukan waktu dan mood yang tepat agar yang gw rasain bisa gw sharing dengan teman2 mp.

Entah karena eventnya tepat ato gemana, tapi selama libur lebaran kemaren, secara lebaran identik dengan kumpul seluruh keluarga, tanpa saya sengaja menonton dorama2 bertema keluarga yang menceritakan tentang suka duka kehidupan menantu2 baru di keluarga suami/istrinya.

Erai tokoro ni totsuide shimatta (I’ve been merried to hell)

Adat istiadat di Asia timur (khususnya Jepang) memang terkenal sangat ketat terhadap para menantu perempuan. Banyak cerita tentang penindasan seorang menantu oleh mertuanya yang galak. Meskipun seharusnya situasinya sudah tidak seperti itu lagi di jaman modern ini, tapi momok “mertua cewek yang galak” masihlah menjadi image yang umum di mata para wanita modern Jepang.

Ibu mertua yang galak dan strict juga yang dialami Yamamoto Kimiko (Nakama Yukie) yang baru menikah dengan Yamamoto Isojirou (Tanihara Sosuke) pria yang ternyata berasal dari keluarga yang memiliki tradisi kuno yang ketat sekali. Sebagai wanita karier modern yang tidak biasa hidup dengan segala adat istiadat yang mengikat kebebasan dan kemandiriannya, Kimiko pun harus bersusah payah menyesuaikan diri. Belum lagi tingkah suaminya yang sepertinya tidak membantu malah menjerumuskannya ke dalam masalah. Tapi dengan segala intelektual dan daya juangnya, akhirna Kimiko bisa survive.

Erai tokoro…… sebuah cerita tentang perseteruan menantu dengan mertua yang diwarnai adat dan tradisi Jepang kental dan penuh aturan. Kalo kita cermati lagi sebenerna tidak ada tokoh antagonis di dorama ini. Walaupun sang ibu mertua sepertinya jahat dan tidak menyukainya, tapi bukan itu yang sesungguhnya terjadi. Bahwa bagaimana pun orang tua akan selalu mendukung anak menantunya. Sebuah drama komedi yang sarat dengan pesan tersirat didalamnya.

Meurut saya, plot dorama ini agak boring, meskipun berkesan komedi, tapi kurang berhasil memancing tawa. Episode 1 membangun konflik dengan baik dan menarik, tapi episode2 selanjutnya agak kurang menarik dan jadi agak boring. Meskipun begitu, episode terakhir cukup menyentuh dan mengharukan. Well cukup 3 bintang saja dari saya.

Suekko Chounan Ane Sannin (Putra pertama dan 3 kakak ceweknya)

Cerita berbeda yang hampir senada dialami oleh Takanashi Haruko (Eri Fukatsu) yang menikahi pria lebih muda Kawashikura Ichiro (Okada Junichi). Tetapi yang harus dihadapi oleh Haruko bukanlah ibu mertua yang cerewet dan galak, tapi 3 kakak perempuan Ichiro yang sangat tidak dewasa dan selalu merecoki kehidupan mereka berdua. Selama ini Ichiro selalu menjadi kepala keluarga yang menjaga ibu dan kakak2nya semenjak ayahnya meninggal 11 tahun yang lalu. Hal itu juga yang membentuk kepribadian Ichiro menjadi lebih dewasa dari usianya.

Sementara itu Haruko adalah anak tunggal yang sejak lulus SMA sudah tinggal sendiri di Tokyo, sehingga tidak terbiasa dengan anggota keluarga lain yang selalu ikut campur dan mau tahu urusan rumah tangganya. Konflik pun terjadi antara Haruko dengan kakak2 iparnya, Haruko dengan ibu mertuanya, Ipar2nya dengan mertuanya bahkan Haruko dengan Ichiro. Sebuah konflik yang biasa dialami oleh rumah tangga pada umumnya.

Yang agak ganjel buat saya adalah tinggi badan iJun yang kalah jauh sama Koyuki, Harada Tomoyo dan Kaku Chikako yang jadi kakak2nya *iJun jadi ketara banget bantetnya*. Agak janggal karena biasanya justru anak cowo yang lebih jangkung, dibandingkan anak2 cewek.

Dibandingin dengan Erai tokoro, Suekko chounan malah lebih terkesan romantic drama. Adegan2 bertengkar, cemburu, rindu, sayang, kesal dan bete antara Ichiro-Haruko terlihat natural sekali. Saya rasa ini jadi titik kekuatan dorama ini sehingga menarik untuk disimak. Ichiro yang selalu mendukung Haruko menghadapi situasi keluarganya membuat hati meleleh…… (cesssssssss). Chemistry antara iJun dan Eri Fukatsu juga kuat banget. Sampe2 gw berpikir mereka pacaran beneran ga sih? Abis cocok banget! Konflik yang dibangun cukup baik dalam porsi yang tidak berlebihan tapi tetap menarik untuk disimak. Cukup berkesan, so…4 bintang dari saya.

Mukodono (Son in law)

Kalo pada umumnya menantu perempuan yang masuk ke keluarga laki2, maka kali ini menantu laki2 yang masuk jadi anggota keluarga perempuan, bahkan sampai merubah nama keluarganya. Sakuraba Yuichiro (Nagase Tomoya) masuk sebagai anggota keluarga Arai ketika menikahi Arai Sakura (Takeuchi Yuko). Hal ini disebabkan oleh profesi Yuichiro sebagai selebritis yang tidak mengijinkan kalo pernikahan mereka diketahui publik.

Dibalik image profesionalnya yang cool dan macho, ternyata Yuichiro adalah seorang yang sederhana, humble dan agak2 konyol. Banyak kesalahan2 yang dilakukan sang menantu di rumah mertuanya yang mengakibatkan kekacauan (ini tipikal adegan di dorama2 bertema menantu-mertua). Namun akhirna semua permasalahan dapat berakhir baik dan Yuichiro menjadi penyelamatnya.

Meskipun kedua dorama sebelumnya juga mengandung unsur komedi, tapi Mukodono adalah yang paling kuat unsur komedinya. Saya rasa lebih karena akting Nagase yang memang sudah identik dengan drama komedi. Akting dua wajah Nagase, sebagai selebritis yang kakkoi dan menantu yang konyol, mengingatkan saya pada dorama konyol My boss my hero.

Saya suka chemistrynya Nagase dan Takeuchi, hangat dan lucu. Kalo ada hal yang mengganggu adalah adegan penyamaran Yuichiro saja yang tampak dibuat2. Akting Aiba Masaki disini juga cukup menarik perhatian tidak tenggelam dalam nama2 besar Shinohara Ryoko, Koyuki, Suzuki Anju dan Utsui Ken, Aiba chan cukup bisa mengimbangi mereka.

So, didukung oleh aktor/aktris kawakan dan skenario yang baik, membuat dorama ini menarik dan worth to watch. 3,5 bintang juga dari saya.

Well, Jepang emang rajana dorama. Meski tema keluarga (khususnya menantu-mertua-ipar) sudah sering dibuat drama, tetapi cerita nya selalu tersaji menarik dan tampak beda. So biar kata orang2 sering menghina jyanis, tokh dorama2 yang “mengandung” mereka selalu tampak lebih menarik *secara erai tokoro ga ada jyanis na jadi ga seru!*

19 thoughts on “Family theme : Perjuangan para menantu dalam keluarga baru

  1. Erai tokoro ni totsuide shimatta (I’ve been merried to hell) Aku udah nonton bbrp episode…sayangnya tjuma 2 keping yang bisa putar sisanya…auh akh…gelap..:(Mukodono…pengen juga tuch nonton…:)

  2. pinjem yang nagase donk….slurpppbambino dibalikin dechngebangun mood utk liat mj gak bisa mulu,abis mj nya terlalu gemulai :((pinjem juga platinum garden,pinjem full in blossom ama mukodono ya…

  3. duluuu banget pas beli vcd mukodono, gue terpesona ama tampangnya Nagase Tomoya yg masi imut2 n amit2…padahal belinya cuma gara2 Yuko Takeuchi. Skrg di Utahime, keliatan banget Nagase Tomoya dah jadi man banget deh…..cowo banget, macho jg…hehehehe

  4. erai boring kaaaaaaann, lucunya juga ‘nanggung’ mknya gue ga stuju dia masuk kategori 3 di DL.mukodono hu uh nagase nya masi imutttsueko gue kmrn dpt di glodi, tp blum nuntun, lg semangat nuntun pelem hollywood malah.. nyari variasi ni the ;p

  5. mukodonooo… edan banget itu sakuraba nya.. paling geuleuh klo dah liyat muka aslinya waktu dirumah+depan istrinya *LOL*suekko itu buatan taun brapa yah?

  6. Unee : Suekko tahun 2003 abis iJun photo tlenjiUchi : yuk bobo yuk bareng iJun….Yani : Suekko bagus kok. tapi bukan komedi lebih ke drama romantisMinna : nonton Mukodono deh! “geuleuh, amit2, ngakak, bete, terharu, sedih. pokoke campur2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s