[J-Movie] Battle Royale : Sadis Abis

Setelah menghentikan film ini beberapa kali, akhirna saya selesai juga nonton J-movie ini. Bukan karena boring ato dragging, tapi lebih karena pelem ini terlalu Sadis!!! Adegan tubuh terpotong, darah muncrat, kepala meledak bertebaran di sepanjang film berdurasi 2 jam ini. Terlalu sadis, hingga saya ga tahan untuk meneruskan menontonnya. Tapi rasa penasaran akan endingnya mendorong saya meneruskan menonton.

Nanahara Shuya (Tetsuya Fujiwara) dan beberapa teman sebayanya mendapati diri mereka dengan kalung di leher dan terjebak dalam pulau terpencil. Mereka dibekali 1 senjata yang berlainan jenis yang harus digunakan untuk membunuh teman2nya yang lain, hanya 1 orang yang bertahan saja yang bisa keluar dari pulau tersebut.

Meskipun awalnya murid2 itu menolak untuk saling membunuh, tapi akhirnya naluri survival mereka muncul dalam bentuk yang berlainan. Mulai dari memanfaatkan teman, menggunakan teman sebagai tameng hingga benar2 membunuh. Yuya sendiri yang awalnya hanya bersikap defensif, secara ga sengaja membunuh juga. Dan ternyata efeknya luar biasa…… Yuya jadi stress dan menolak kenyataan. Sementara Mitsuko Souma (Shibasaki Kou) malah berubah jadi pembunuh berdarah dingin yang agresif dan mengerikan.

Sebenerna adegan2 tubuh terbelah, kapak nancep di kepala dan sejenisnya mah sudah biasa didapati di pelem2 Jepang bertema Samurai, dengan setting masa lalu. Harusnya saya sudah terbiasa melihatnya. Tapi karena di Battle Royale ini tokoh2nya masih anak2 SMU di jaman modern, rasanya kok jadi terlalu sadis dan ga pantes ditonton (oleh anak2 SMU).

Saya pribadi sih merasa kalo ni pelem cukup bagus. Plot nya tersusun rapi dan tidak membingungkan, meskipun kesan misterius dan suspensenya sangat terasa. Menarik sekali melihat bagaimana suatu tragedi membawa dampak luar biasa bagi perkembangan moral generasi muda. Diluar adegan2 sadis yang mendominasi, pelem ini menyimpan pesan moral untuk menentang terorisme dalam segala bentuknya.

Well, pelem ini termasuk sukses dipasaran, dan para pemerannya pun (seperti Takashi Tsukamoto, Kou Shibasaki, Chiaki Kuriyama, Masanobu Ando dan Takeshi Kitano) jadi bintang2 terkenal masa kini. So tahun 2003 Dibuat sequelnya yang lebih sadis lagi, Battle Royale 2 : Requiem. Tapi buat saya cukup nonton yang pertama saja deh.

Meskipun saya kasih rate 4 bintang, tapi saya ga rekomend untuk nonton pelem ini.

12 thoughts on “[J-Movie] Battle Royale : Sadis Abis

  1. pelem jepang pertama yg pernah gue nuntun, jatuh cinta ama pelem ini sampe beli orinya.. nuntun berulang2.. tapi pas nuntun sekuelnya jadi kecewa………………………………….

  2. W cm lyat yg sekuelna. Dan, w mpe pengen muntah krn diliatin adegan bantai2an mulu. Hampir tiada jeda. Msih mnding nonton film psycho. Pembunuhannya lbih berseni dan nggak ngotot. Slaen tu qt bs berkutat dngn kepribadian psychopath tu ndiri.

  3. iyeaaa..muvie pertama yang tak tonton jugayang paling berkesan…hohoho tapi dulu pernag MIRIS miris2nyaanuntun pertama kali tutup mata…..yang kedua ma ketiga baru berani buka matahahahhaah

  4. bagus banget filmnya!!!!pertama tertarik nonton karna ada fujiwara tatsuya, setelah nonton….sumpah ga nyesel! emang sadis sih tapi ada juga bagian yang sedih*menurutku*, pas mereka bertanya-tanya kenapa harus saling bunuh.sekuelnya ga sebagus yang pertama.

  5. Ini film aku tonton wktu SMP n waktu itu film ini sempet terkenal di antara temen-temenku yg bukan fans J-movie. Salah satu J-movie yg paling berkesan buatku, n aku nonton film ini sampe berulang kali jg. Kalo vcd originalnya sih kurang sadis karena banyaknya sensor. Tapi pas nonton dvd bajakannya yg gak disensor,wuih sadis banget… Film ke2nya jg bagus kok, meski gak sebagus yg pertama, tapi tetep recommended…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s