[Anime] Gedo Senki -Tales of the Earthsea : Menghargai hidup

“Mbak, udah nonton Gedo Senki belon? iJun ngisi suara di film itu. Suara nya sexy banget” kira2 begitu kata Qnuy yang bikin gw semangat mencari anime ini di para petani. Dan ketika akhirna dapet di Bandung, walaupun dengan harga hampir 3 kali lipat biasanya, saya terpaksa membelinya *daripada mati penasaran*

Waktu saya menontonnya, suara iJun pelan dan alus banget, gw nyaris ga bisa ngenalin. Sebenerna saya belon begitu apal suara bicara iJun, (kalo suara nyanyinya udah tertanam di otak), karena kalo tampil bareng2 V6 di acara2 talk show maupun konsernya, iJun jarang sekali bicara. Saya malah lebih hapal suara riang Inocchi ato ketawa khasnya Nagano. Tapi setelah beberapa saat bisa merasakan apa yang Qnuy rasakan. Suara iJun yang berat tapi mendesah, menggambarkan kegalauan jiwa Pangeran Arren, kemudian berubah menjadi mantap dan berkarisma, terdengar sexy di telinga saya.

Eniwei, diluar soal suara sexy iJun, pelem ini sangat menarik. Diadaptasi dari novel karya Ursula K Lee Guin meskipun ceritanya agak berbeda (menurut penulisnya), tapi anime ini membawa pesan moral tanpa terkesan menggurui. Ga heran kalo pada minggu pertama pemutarannya di Jepang sudah mencapai Box office dan menggeser Pirate of Carribean 2; Dead man’s chest.

Ceritanya sangat menyentuh. Pangeran Arren merasa dirinya tidak berhak hidup dan selalu mencari kematian. Dia merasa kalo ada sisi gelap jiwanya yang kejam dan penuh amarah yang kadang muncul dan membuat kekacauan. Kemudian dia bertemu dengan Ged sang penyihir dan Terru gadis yang hampir dibakar hidup2 oleh orang tuanya. Dari dua orang inilah Arren mengerti betapa pentingnya hidup, dan meskipun semua orang akan mati, tetapi hidup lebih berharga dari kematian.

Ketika kegalauan dalam hatinya pergi, maka dia bisa mengendalikan sisi gelap jiwanya dan membangkitkan jiwa heroiknya. Dan Arren pun bangkit untuk memperjuangkan hidup dan melindungi orang2 yang memberi arti penting dalam hidupnya. Sebuah pesan moral yang berharga, secara orang2 Jepang mudah sekali membuang hidupnya dan punya kecenderungan untuk membunuh dirinya sendiri.

Tidak seperti Howl’s moving castle yang kompleks, atau Princess Mononoke yang penuh gejolak, Tales of the Earthsea ini memang lebih simple *apalagi kalo dibandingin ama novelnya* tapi masih tetap dengan ciri khas studio Ghibli yang biasa membuat film animasi Jepang layaknya film kartun disney. So film ini pun berasil masuk ke pasaran dunia, dan cukup sukses. Tapi jujur aja, saya lebih suka 2 anime diatas dibandingkan dengan Gedo Senki ini.

Baidewei, sepertinya saya harus berhenti menonton pelem2nya iJun. Karena fantasi saya tentang dia udah sampai pada tahap yang ga sehat dan suffocated. Meskipun Gedo Senki ini pelem kartun, dan Arren sama sekali tidak mirip iJun but I almost can see him in every scene. When Theru sang and he cried silently, I could almost imagine him crying (soundlessly). When he urged the girl to jump, I could see iJun catching the girl. Atau sorot mata iJun yang tajam waktu dia membela Terru *bener2 udah sakit jiwa gw*

12 thoughts on “[Anime] Gedo Senki -Tales of the Earthsea : Menghargai hidup

  1. sama koq penyakitnya… aku juga sampe ngebayangin Kimu Taku di Howl’s Moving Castle… btw, sbg penggemar berat Ghibli’s studio…Gedo Senki ga gitu bagus… sekkaku eiga ni itta noni!

  2. bukan hika..yang di summer sp itu anime mononoke hime.pengen denger suara jun di sini deh…bener mbak fiya, jun jarang ngomong jadinya penasaran deh. masalah sakaw itu…rupanya ga aku aja ya..yang sakaw. tapi akunya sakaw ama Go dooong….:$

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s