Otanjoubi Omedetou

Secara saya (menurut Noeke, sahabat saya) termasuk katagori ‘JAPAN FREAK’, saya bukan hanya cinta dengan budaya pop Jepang, tapi saya juga sangat tertarik dengan sejarah kerajaan Jepang dan seluk beluk suksesinya. Terlebih lagi dengan polemik yang beberapa tahun lalu bergulir seputar suksesi dan calon pewaris tahta Jepang. Boleh dibilang saya penasaran dengan suksesi yang berlangsung di Jepang yang mewarisi tahta Seruni yang sudah berumur 200 tahun yang merupakan kerajaan tertua di dunia.

Seperti yang diketahui, bahwa beberapa tahun yang lalu kekaisaran Jepang merasa cemas karena dari semua putra kaisar yang sudah menikah belum ada satu pun yang melahirkan bayi laki-laki. Putra Mahkota Pangeran Hiro (Naruhito) dan Istrinya Putri Masako, baru memiliki 1 orang anak Putri Aiko yang imut2. Putri Masako ini dikabarkan pernah stress berat karena tekanan dari banyak pihak agar dia segera punya anak laki-laki, sampai merasa perlu berobat ke negeri Belanda segala.

Sampai akhirnya tanggal 6 September 2006, Putri Kiko, istri Pangeran Aya (Akishino)-adik putra mahkota, melahirkan anak ketiganya yang berjenis kelamin Laki-laki. Dan segera ditabalkan sebagai calon pewaris tahta ke empat. Kelahiran cucu keempat ini diharapkan bisa menghentikan polemik yang beredar di kalangan politisi Jepang mengenai sistem kekaisaran Jepang.

Beberapa politisi yang ber’mahdab’ konservatif masih mempertahankan supremasi kaisar laki-laki dengan alasan menjaga kemurnian darah Kaisar *halah*….. Padahal ibu calon kaisar baru adalah seorang rakyat biasa yang ayahnya profesor di Gakushin University. Sedangkan istri Kaisar yang sekarang (Putri Michiko, istri Kaisar Akihito) pun “hanya” putri pemilik pabrik penggilangan gandum terbesar di Jepang, Nisshin. Jadi kemurnian apa lagi yang diharapkan.

Sementara kubu modernis mendukung diangkatnya kaisar perempuan di masa depan, mengingat pernah ada seorang kaisar perempuan yang memimpin Jepang di masa Dinasti Tokugawa. Lagian hari gini masih mempersoalkan tentang kepemimpinan seorang perempuan. *Nggak banget gitu loh*

Di masa dunia mendorong partisipasi perempuan dalam kehidupan politik, dan Jepang pun sedang gencarnya meningkatkan jumlah perempuan yang terlibat langsung ke panggung politik, rasanya absurd kalo pola pikir ini masih ditemukan.

Hukum kerajaan dan adat istiadat yang berlaku di Jepang, mewajibkan seorang perempuan yang sudah menikah untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada suami dan keluarganya. Hal ini terjadi pada Putri Masako yang sebelum menikah adalah seorang diplomat cemerlang Jepang, sekarang ‘hanya’ bertugas menemani Pangeran Hiro. Banyak yang beranggapan bahwa Sang Putri berkorban sangat besar dengan menikahi Putra Mahkota.

Sementara itu Putri Yasuko – sepupu Kaisar Akihito kehilangan gelar kebangsawanannya karena menikah dengan cucu mantan perdana menteri Jepang yang notabene ‘cuman’ rakyat biasa.

Berbagai wacana tentang kepemimpinan Kaisar Wanita ini, cukup membuat Perdana Menteri Jepang bingung, hingga membentuk tim khusus beranggotakan 10 orang untuk mengkaji peraturan perundang-undangan mengenai hal ini. Tetapi dengan lahirnya Pangeran HISAHITO, polemik ini nampaknya akan berakhir.

Yang bikin saya heran, teknologi kedokteran di dunia dan Jepang kan sudah sangat maju, kenapa tidak memanfaatkannya untuk melakukan rekayasa hingga Putra Mahkota bisa memiliki anak laki-laki (kalo hal itu memang dirasa sangat mendasar).

Eniwei, Otanjoubi omedetou Tenno

14 thoughts on “Otanjoubi Omedetou

  1. pdhl. udah modern dan canggih, tapi yach… soal yang satu itu (baca: pewaris tahta) tetap aja konservatif.. kudu cowo… mudah2an nih calon kaisar… nggak bishonen…yeh… XDDD

  2. beruntunglah mereka orang tua yang masih bisa punya keturunan.sayang ya mereka kan dah dikasih previledge bisa punya keturunan,eh masih pula miih-milih. gak dikasih baru tau rasa :((

  3. nocturno said: Ally masih bingung tentang shogun dan masa retorasi…

    Waduh….? Dah baca Samurai X belon ? *ada cerita tentang Restorasi Meiji*Aku lagi mo nonton Shisengumi untuk nangkep jalan cerita sejarahnya…

  4. salut mbak fi… sejarah jepang sampe hapal.. klo ujian 100 mbak.jepang termasuk negara paling maju, tapi masih juga ada diskriminasi terhadap wanita ya…

  5. gue juga demen ngikutin soal kebudayaan dan jejepangan gitu^^sekarang kayaknya malah lagi mempersoalkan tentang calon PM perempuan setelah Yasuo Fukuda mengundurkan diri hahahhaa…. ribetnya jadi perempuan T___T

  6. kasta wanita di jepun emang masi rada rendah kan?stdnya kalo dah jadi istri kudu nurut dan tinggal dirumah ngurus anak. semaju2nya jepang tetap aja asia, tata kramanya masih toktok X( X(

  7. eh iya, kemaren aq ketemu prof bidang pendidikan dari jepangmereka bilang disana pekerja laki-laki sama perempuan aja gajinya ada diskriminasi yang cukup besar loh. hanya kalo perempuan jadi guru, maka gak ada diskriminasi gaji, makanya banyak wanita di Jepang mo jadi guru.Hidup guru^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s