The Ghost in the Tokaido Inn : ringkas dan seru

Sepertinya akhir2 ini banyak novel tentang Jepang dan para samurai yang ditulis oleh orang barat. Gw ga tau ini hanya sebuah tren untuk menarik keuntungan, ato memang mereka tertarik dengan budaya Jepang? Well, gw emang belum baca semua tapi beberapa yang udah gw baca, cukup bagus dan menarik. Tokaido Inn ini salah satunya.

Ceritanya tentang misteri hilangnya batu permata di Tokaido Inn. Sebuah batu ruby milik seorang daimyo yang akan diserahkan kepada Shogun, hilang saat sang daimyo menginap di Tokaido Inn. Siapakah yang mencurinya? Saudagar teh ato pengrajin kertas yang kebeneran juga sedang menginap disitu? apakah benar ada hantu di Tokaido Inn?

Dituturkan dengan gaya yang menarik, dengan tokoh utama seorang anak 14 tahun bernama Konoike Seikei. Meskipun Seikei bukan dari keluarga samurai tapi dia berjiwa ksatria, berani, jujur dan setia pada keluarga. Seikei kemudian diminta membantu Hakim Ooka untuk memecahkan kasus ini.

Di bagian akhir novel diceritakan bahwa tokoh Hakim Ooka benar2 ada. Ia adalah penasihat shogun ke-8 Yoshimune Tokugawa. Mungkin mirip2 ama Judge Bao, serial mandarin yang pernah diputar di stasiun tv swasta. Jadi novel ini bukan fiksi semata, ada unsur sejarahnya….. Ga heran sih, mengingat suami istri penulisnya adalah sejarahwan.

Jujur, baru kali ini gw baca cerita sejarah-misteri yang dibikin singkat padat dan tepat pada sasaran. Ga usah pusing2 sama tebalnya buku ato jalan cerita yang njelimet. Meskipun begitu ga kehilangan unsur dramatiknya. Misteri yang dibangun, intrik yang menarik dan ending yang klimaks.

Gw suka novel ini neh, ringkas dan seru. Kayakna bakal cari lagi serial konoike seikei ini yang laen.

17 thoughts on “The Ghost in the Tokaido Inn : ringkas dan seru

  1. haiqa said: Sepertinya akhir2 ini banyak novel tentang Jepang dan para samurai yang ditulis oleh orang barat. Gw ga tau ini hanya sebuah tren untuk menarik keuntungan, ato memang mereka tertarik dengan budaya Jepang?

    memang bener. Cuma gw udah membandingkan cara bertuturnya orang jepang asli (misalnya Ryunosuke Akutagawa) sama orang Barat atau keturunan Jepang yang tinggal/lahir di Barat (misalnya Dale Furutani atau si penulis ini Mr & Mrs Hoobler), ternyata bo…beda banget. penulis aliran kedua biasanya memasukkan sarkasme Barat, coba deh lo baca.Makanya gw agak2 males beli buku kayak gini.Tapi, yang jelas keliatan banget bahwa budaya jepang sangat menarik buat banyak kalangan, ya gak? Bikin buku sarat sejarah kayak gini kan gak gampang. Paling gak dia harus tau bener kondisi masyarakat jepang di masa itu.

  2. Maksutna Sarkasme gemana ya?Gw dah baca sih yang Akutagawa….Dia mah masuknya penulis ‘ajaib’ kan? gaya berceritanya ga biasa, agak2 mirip orang gila menurut gw…. *no hard feeling* agak beda alirannya ama penulis2 barat.Gw belon baca yang Dale furutani.Tapi yang Mr & Mrs. Hoobler ini bagus kok. dia nulis berdasarkan cerita sejarah. Jadi apa adanya ditulis begitu. Bahwa budaya jepang yang mengagungkan seppuku itu emang bener kan? Bahwa para samurai itu suka semena2, juga gw rasa bener…. Meskipun dalam pandangan barat adalah sebaliknya.Kalo menurut gw ya, Jepang yang digambarkan orang2 barat lebih tampak manusiawi daripada Jepang yang digambarkan oleh Akutagawa.Tapi mungkin gw mesti baca karya penulis jepang lainnya ya? buat perbandingan…

  3. haiqa said: Dia mah masuknya penulis ‘ajaib’ kan? gaya berceritanya ga biasa, agak2 mirip orang gila menurut gw…. *no hard feeling* agak beda alirannya ama penulis2 barat.

    agak ajaib? lebih tepatnya gila bo. Dia kan matinya bunuh diri. he heemang biasanya orang yang “jenius” memilih kehidupan yang tidak biasa. Liat aja Virginia Wolf (bener gak sih tulisannya) si novelis Inggris yang berkali2 mencoba bunuh diri. Menurut penelitian (sumber buku EQnya Danar Zohar), para penulis memiliki kemungkinan 90% untuk mengalami gangguan mental. :)Nah, lo sendiri dah bilang, alirannya beda ama penulis barat. Itu maksud gw, Mungkin karena kita udah keseringan mengkonsumsi sastra barat (lebih mudah didapat sih ya), makanya kita dah ngerasa biasa dengan cara penulisan ala barat. Seberapa dalampun penelitian orang luar terhadap suatu kebudayaan, ada nilai2 yang gak bisa diresapi dan dituangkan kan? Kecuali kalau si penulis lahir, hidup sebagai orang jepang.gw juga pengen baca lebih banyak sastra jepang, misalnya kisahnya Genji, the Shining Prince yang katanya sastra terbaik Jepang. Ada yang punya terjemahannya gak?

  4. Ya itu… Kalo cerita yang ditulis oleh orang barat lebih teratur polanya. Ada klimaks dan anti klimaks nya. Jadi gw lebih bisa mengapresiasi dengan mudah.Jujur aja, gw juga agak2 ga bisa ngerti ama hakikat dari seppuku dan harakiri itu.Dimana agung nya sih? Tapi orang jepang “terutama para samurai” menganggap orang yang berani seppuku tuh, hebad bener bak pahlawan aja…Tapi suami istri Hobler ini, ngejelasin dengan cukup baik tentang “kenapa para samurai itu melakukan seppuku”. Sepertinya karena mereka sejarahwan yang mendalami sejarah Jepang, mereka ngerti banget ama tradisi & istiadat Jepang.Btw, gw pernah baca novel semi-biografi tentang putri masako. Nah kalo itu bener2 menyudutkan budaya Jepang 100%. Gw ga suka bacanya terlalu dilihat dari sudut pandang barat. Berat sebelah, terlalu menyudutkan dan bikin sebel orang yang bacanya *gw maksutnya*

  5. haiqa said: Gw ga suka bacanya terlalu dilihat dari sudut pandang barat. Berat sebelah, terlalu menyudutkan dan bikin sebel orang yang bacanya *gw maksutnya*

    untung gw males bacanya..he he

  6. sebetulnya sih kalo penulisnya org barat pasti gimana jg msk pola pandang baratnyaorg jepang yg ngga lahir & besar di jepang jg pasti ada bedanya sama penulis jepang aslimemang susah memahami seppuku & harakirihrs memahami dulu pengertian bushido.mknya bg mrk seppuku & harakiri itu agungsemua aib akngga akan dipersoalkan lg kalo pelakunya harakiri utk tebus dosanyamknya angka bunuh diri di jepang sampe skr msh cukup tinggi yachano.. kalo yg putri masako itu yg nulis si putrinya or bkn sih?

  7. fushuu said: ano.. kalo yg putri masako itu yg nulis si putrinya or bkn sih?

    bukan Soph, orang laen. Orang barat.Dia juga ga dapet infonya langsung dari putri masako, tapi dari temen2 nya sang putri waktu sekolah di eropa dulu.

  8. hoo… kirain beneran dr putri masako-nyamknya surprise bangeut pas ceritanya nyudutin budaya jepangsampe2 ngga boleh terbit di jepang >_<!–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s