Sabun

Pernah merhatiin ada berapa banyak macam sabun di kamar mandi lu? Well, kalo di kamar mandi gw di Bandung, ada sabun wangi, sabun yang mengandung antiseptik dan sabun bayi (buat ponakan gw kalo pada nginep). Belon lagi sabun cuci tangan, cuci piring dan deterjen. Belon lagi wujudnya yang berbentuk batangan atau cair. Sebenerna kenapa sih ada macem2 jenis sabun, dan kenapa kita perlu berbagai macam sabun itu?

Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal, merupakan campuran Natrium (Na) atau Kalium (K) dengan minyak atau lemak pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Karena dibuat melalui pencampuran sebuah senyawa organik (asam lemak) dengan sebuah senyawa anorganik (alkali), molekul sabun dapat mengikat bahan-bahan organik berminyak, dan jugga dapat berikatan dengan air. Itu sebabnya sabun mempunyai kemampuan tiada banding dalam menarik kotoran berminyak dari tubuh atau pakaian ke dalam air.

Pada umumnya sabun mandi menggunakan Natrium Hidroksida (NaOH) sebagai bahan dasarnya. Karena lebih mudah menghasilkan busa *kalo ga banyak busanya berasa ga bersih bukan??* Sedangkan sabun bayi lebih mengandung Kalium, sehingga busanya lebih sedikit. Tapi jangan salah, justru kalium mempunyai fungsi membersihkan lebih baik dari natrium. *ini udah gw buktikan sendiri…..* Akan tetapi karena basa nya jadi lebih tinggi, maka beberapa produsen sabun bayi mengurangi kadar Kalium nya. Hal ini untuk menghindari rasa pedih apabila sabun masuk ke mata dengan tidak sengaja.

Bagi sebagian orang, sabun biasa dianggap tidak optimal membersihkan kulit dari kuman, bakteri dan jamur yang hinggap di kulit. Maka kemudian dikenalkan sabun khusus antibakteri dan kuman, atau sabun antiseptik. Sabun jenis ini terbukti dapat mengurangi, bahkan menghilangkan bakteri penyebab infeksi, gatal-gatal, jerawat kulit menular dan penyakit pencernaan. Beragam bahan dicampurkan sebagai antiseptik.yang paling umum adalah triclosan (pada sabun cair) dan triclocarban (pada sabun padat) atau bahkan sulfur (belerang). Sayangnya, sabun antiseptik justru akan membuat kulit menjadi kering dan kaku bila terlalu sering digunakan. Dan produsen pun mulai mengurangi kadar triclosan, triclocarban, atau sulfur nya dan mengemasnya menjadi Sabun antiseptik dengan pelindung kulit.

Bagaimana dengan sabun ber-moisturizer? Sabun jenis ini dilengkapi dengan pelembab kulit (moisturizer) dari bahan alami seperti madu, oatmeal, aroma bunga dan buah, susu dan vitamin E. Jadi ini hanya bahan tambahan sama seperti halnya wewangian yang ditambahkan dalam sabun.

Mmmm apalagi ya? Rasanya gw lagi pengen maen sabun hari ini.
Masih banyak yang belon dibahas, kayak sabun cuci, sabun colek dan detrjen.
Ntar lagi deh… segini dulu, semoga bermanfaat


12 thoughts on “Sabun

  1. knapa mbak ada dorama yg bahas ttg sabun,tiba2 bikin blog soal sabun….klo ada dorama yg bahas soal sabun, mo pinjem dechsoalnya sabun identik dengan mandi….kekeke

  2. mbaaaaa…gambarnya kok jadi si jeremy siee..tp aq suka dia pas nyanyi sambil nangis di bis..back to topic..eh katanya kalo kbanyakan alkali gak bagus ya?ga bagus buat lingkungan tok pak buat tubuh juga??

  3. Naomi : Sabun yunani kekekekekek… *gw rasa sih masuk katagori sabun wangi*Widhi : setau aku yang bahaya buat lingkungan tuh busa dari deterjen yang bahan kimia nya sintetis dan ga bisa diurai oleh alam. Kalo sabun biasa yang mengandung Natrium dan Kalium sih gapapa.

  4. widwod said: mbaaaaa…gambarnya kok jadi si jeremy siee..tp aq suka dia pas nyanyi sambil nangis di bis..

    Suaranya menggetarkan jiwa *cuih..cuih..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s