Shinkansen, meninggalkan pertanyaan baru

Mungkin sudah banyak orang yang tau, Shinkansen adalah kereta super cepat yang cuman ada di Jepang. Well, di negara2 eropa juga ada kereta sejenis, cuman namanya bukan shinkansen . Kereta ini mampu melaju diatas rel *ehm tepatnya melayang diatas rel* dengan kecepatan 300 – 500 km/jam. Kira2 gemana rasanya ya naek kereta secepat itu? Secara kereta yg paling cepat di Indonesia kecepatannya ga nyampe 100 km/jam.

Gw agak penasaran dengan kereta ini. Kok bisa kecepatannya sampai segitu…. So, hasil browsing2 sana-sini di dapat bahwa Shinkansen diger
akan oleh tenaga magnet. Yak betul, Magnet aja gitu…. Dimana ada medan elektromagnetik antara badan kereta dengan bantalan relnya. Medan elektromagnetik inilah yang membuat badan kereta melayang *dalam arti sebenarnya* diatas rel. Menurut informasi, Kereta Shinkansen melayang sejauh 10 cm dari bantalan relnya. *hmmmmm…… usap2 dagu*

Oleh karena penasaran, maka pada kunjungan ke-2 gw ke Jepang, acara
naek shinkansen menjadi agenda wajib yang harus dilaksanakan. Emang sih mahalnya harga tiket sempat jadi kendala bagi turis2 kere tapi ga mau susah macam gw ini. Tapi setelah dipikir2 dan dipertimbangkan masak2, akhirnya diputuskan untuk tetap nyoba shinkansen dengan memanfaatkan fasilitas JR pass.

Shinkansen N-700 di stasiun Shin Osaka
*bukan kereta yang gw naekin*



Well, jadilah tgl 26 Juli 2011 hari bersejarah buat gw *dan mungk
in juga unee*. Pertama kalinya naek Shinkansen, dari Kyoto menuju Tokyo menempuh jarak 515 km. Bukan yang paling canggih sih…. Cuman naek Hikari yg kecepatannya “hanya” 285 km/jam. FYI masih ada kereta yang lebih cepat Nozomi yang nyampe 300 km/jam *beda tipislah* Dan bagaimana kesan2nya?? SAKIIIIIIT BOOOOOOO…..

Kabin dalam Shinkansen Hikari yang gw naekin


Pas masuk ke gerbong, kesannya kayak masuk ke kabin pesawat terbang. Bersih dan canggih. Hanya bedanya lorong2 nya lebih lebar dan jarak antar kursipun lebih luas dibandingan dengan pesawat. Waktu keretanya jalan, jujurly gw ga ngerasain apa2. Ga ngerasain bedanya dengan naek kereta biasa. Tetap stabil, ga berisik, hanya suara seperti jet yang kadang terdengar kadang enggak dan ga kerasa kalo kereta ini melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga……………..

Poto2 narsis sebelum ketiduran


Setelah beberapa saat dalam kereta, gw dan Unee pun sempat makan bento yang dibeli di stasiun Kyoto. Sempet juga menggunakan fasilitas WC nya yang super canggih *just swipe your hands to flush the toilet*…… Abis itu gw tertidur. Nyenyak banget ampe kepala jatuh2 beberapa kali. Dan terbangun beberapa menit sebelum stasiun Tokyo *itupun dibangunin unee dengan rada maksa* Efek yang paling terasa adalah leher gw sakiiiiiiiiiit banget!!!. Ga tau kenapa.

Tadinya gw ga kepikiran kalo sakit leher itu disebabkan oleh shinkansen. Tapi ketika ternyata unee mengalami hal yang sama saat perjalanan balik ke Kyoto keesokan harinya, barulah gw mikir jangan2 karena kecepatan yang tidak biasa ini. So, perjalanan dengan Shinkansen ini meninggalkan pertanyaan baru di gw, Udah ada belon yah penelitian mengenai dampak kesehatan yang dialami oleh penumpang shinkansen? Bisa jadi bahan thesis ga ya?

7 thoughts on “Shinkansen, meninggalkan pertanyaan baru

  1. daku pas naek shinkansen ngga tidur jadi ga ngalamin yg namanya sakit leher, rugi soalnya ga bisa nikmatin pemandangan hehehe…tapi toiletnya emang canggih bener ya mak? JAL aja kalah tuh

  2. dah kaget aja bacanya… secara pengen jg nyobain naik shinkansenhmm.. mungkin intinya jgn tidur di shinkansen gitu yach, fi?he2 belon cukup kampungan ah kalo ngga moto toiletnya :Dfiiiiiii!!! upload poto2nya jln2 kmrn donk…. >.<!–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s